Tim Survei Eksplorasi STT Migas dan PT Geoservice jalin kerja sama

Senin, 02 November 2020

Project yang dinamakan Microseepage Geochemical Survey ini, dilakukan di area Sembuan Kabupaten Kutai Barat dan area Karendan, Kabupaten Barito Utara. Para mahasiswa STT Migas yang telah terpilih diterjunkan langsung ke lapangan bersama Team Geoservices untuk melakukan penelitian lebih lanjut. Mereka diberangkatkan pada Agustus dan telah kembali ke Balikpapan pada 22 Oktober lalu. Alhamdulillah kerjasama perdana STT Migas dan PT Geoservices melakukan survei bersama selama kurang lebih 60 hari telah selesai, ungkap Penanggung Jawab Project ini dari STT Migas, Karnila Willard S.E., B.A., M.B.A. Menurutnya yang terpenting, tim kembali dengan selamat dan misi dapat terselesaikan dengan baik. Baik pihak Geoservices maupun STT yang puas dengan hasil penelitian ini. Ia melanjutkan, STT Migas berterima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada mahasiswa mereka dan berharap kerjasama ini dapat berlanjut. Apalagi saya mendapat pesan bahwa mereka puas dengan dedikasi dan ketahanan mental mahasiswa kami, ucapnya.

Selain itu, Kegiatan yang terjalin ini sekaligus menjadi tolak ukur kesuksesan kerjasama. Tidak hanya karena berhasil mendapatkan data yang diperlukan, tapi juga dalam kegiatan tersebut berhasil mencapai 12.120 man hours tanpa insiden, Sebuah prestasi yang membanggakan kami, tutur Karnila. Geologist Divisi Ekplorasi PT Geoservices sekaligus inisiator project ini, Samsul Alam menyampaikan, project ini berjalan sesuai dengan yang diharapkan, dari plant, target, serta dari sisi HSE dan target geokimia 100 persen sukses. Kami apresiasi kepada tim di lapangan khusus dari teman-teman mahasiswa sangat baik dalam mengikuti instruksi pekerjaan dan mematuhi semua aturan yang ada, jelas Samsul. Hal yang sama disampaikan Penanggung Jawab Project PT Geoservices Agus Kuswandi, dia berterima kasih kepada STT Migas dan mahasiswa yang terlibat, semoga membawa manfaat bagi kedua belah pihak. Walaupun sempat terkendala akibat kondisi medan dan cuaca yang ekstrem, namun menurutnya kegiatan sesuai dengan yang ditargetkan dari awal. Malah lebih cepat 5 hari dari revisi target waktu, yang mana tanggal 27 selesai fieldwork, dengan total 12.120 man hours dengan melibatkan lebih dari 20 personil termasuk kru lokal, ungkapnya. Ia menilai, yang terpenting adalah sampel modul geokimia bisa terambil 100 persen, Zero Lost Module, Zero Accident dan Zero COVID-19. Kami sangat mengapresiasi keterlibatan mahasiswa yang tergabung di kegiatan ini, sangat terbantu dan cukup qualified, lanjutnya. Ia berharap, semoga pengalaman di project ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan para mahasiswa untuk bisa berkiprah di dunia migas nantinya. Mudah-mudahan kedepannya bisa bekerjasama lagi yang lebih intense dengan STT Migas, tidak hanya fokus di dunia migas tapi juga bisa kegiatan lainnya, tutupnya. (ers/sam)

List Komentar

PALESTINA DI HATI KU