STT Migas Gelar Sosialisasi KKNI

Selasa, 03 Desember 2019

BALIKPAPAN- Untuk dapat menghasilkan lulusan yang mempunyai komptensi sesuai dengan SK Menristekdikti No 44 Tahun 2015. Sekolah Tinggi Teknologi Minyak dan Gas Bumi (STT-Migas) Balikpapan kembali menggelar Sosialisasi Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Workshop Penyusunan Kurikulum Berbasis KKNI yang dihelat di Gedung LPPM STT Migas dengan menghadirkan narasumber Prof Dr Fahimah Martak MSi, Senin (2/12). Kegiatan tersebut diperuntukan 50 dosen dari masing masin prodi di STT Migas.

Diawal materi, Fahimah Martak menyampaikan, adapun dasar pemikiran penyusunan kurikulum pendidikan tinggi yakni program untuk menghasilkan kelulusan. Sehingga harus menjamin lulusannya memiliki kualifikasi yang setara dengan kualifikasi yang disepakati dalam KKNI. Baik itu dengan konsep Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan dengan menyusun kurikulum dan menetapkan profil lulusan. Yang dijabarkan menjadi rumusan kompetensi.
KKNI rumusan kemampuan tersebut dinyatakan dalam kualitas sumberdaya manusia Indonesia yang penjenjangan kualifikasinya dinyatakan dalam learning outcome atau capaian pembelajaran (CP) kompetensi yang tercakup di dalamnya, kata Fahimah.


Sementara itu, Ketua STT Migas Lukman ST MT mengatakan, Sosialisasi KKNI dan Workshop ini sangat diperlukan untuk perguruan tinggi baik negeri atau swasta. Sebetulnya ada dua, Standar Nasional Perguruan Tinggi (SN Dikti) dan KKNI. Namun, untuk sekarang lebih dominan ke KKNI. Karena KKNI lebih mengedepankan capaian pembelajarannya yang seperti apa. Dibandingkan dengan lulusan D3, CPnya hanya menguasai konsep teoritis bidang pengetahuan dan keterampilan tertentu secara umum. Sedangkan untuk sarjana, menguasai konsep teoritis bidang pengetahuan dan keterampilan tertentu, secara umum dan konsep teoritis bagian khusus dalam bidang pengetahuan dan keterampilan tersebut secara mendalam.

Diharapkan mahasiswa kita mampu mencapain CP sesuai dengan minat dan bidang dalam masing masing prodinya, ujarnya.
Terpisah, Wakil Ketua 1 STT Migas Bambang Sugeng ST MT menambahkan, kegiatan ini sangat positif terutama para dosen. Diharapkan bisa menyusun proses pembelajaran yaitu Rencana Pembelajaran Smester (RPS). RPS tersebut sudah mengikuti aturan standar Kemenristekdikti yang sesuai dengan acuan undang undang No 12 tahun 2012 tentang pendidikan tinggi.
Dengan mengikuti aturan dari KKNI ini sama dengan halnya kita mengikuti aturan dari pemerintah. Dengan kita memenuhi standar yang diterapkan oleh pemerintah. Dengan harapan bahwa lulusan kita diakui oleh pemerintah, pungkasnya. (ami)

List Komentar