STT Migas Gelar Pelatihan dan Coaching Clinic Pengabdian

Selasa, 26 November 2019

BALIKPAPAN- Dalam meningkatkan daya saing dosen terkait riset dan pengabdian di Kaltim, khususnya Balikpapan. Sekolah Tinggi Teknologi Minyak dan Gas Bumi (STT Migas) Balikpapan menggelar pelatihan dan coaching clinic pengabdian masyarakat. Dengan menghadirkan tiga narasumber yakni Ir Julinda Manulang MP dari Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Sekretaris LP2M Unmul Samarinda Prof Enos Tangke Arung S Hut MP serta Kaprodi Pascasarjana Ekonomi Unmul Samarinda Dr Rachmad Budi Suharto SH SE MSi. Kegiatan dihelat di Gedung Intan STT Migas, Sabtu (23/11).
Ir Julinda Manullang MP mengatakan, penyampaian materi pengabdian banyak difasilitasi oleh Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Kebetulan di tahun 2019, kami didanai kegiatan pengabdian dari DRPM yaitu program pengembangan wirausaha program pengembangan kewirausahaan dan program pengembangan wirausaha berbasis intelektual kampus.
"Jadi ada dua materi yang disampaikan, materi tersebut pun harus berbasis riset. Dengan alur mulai dari riset dilanjutkan kepengabdian dan kita buat menjadi satu produk unggulan," kata Julinda.
Menurutnya, begitu hendak mengajukan pengabdian. Sebaiknya kita melakukan langkah riset terlebih dahulu. Kemudian kita bentuk tim untuk menganalisis sesuatu. Situasi apa yang menjadi kebutuhan masyarakat sehingga kita bisa membuat proposal yang dapat didanai oleh Kemenristekdikti. Contoh hasil riset unggulan kami dengan provenos, menghasilkan pakan dari daun tahongai tanaman lokal dari Kalimantan dengan hasil riset tersebut sudah dipatenkan dan mendapatkan paten sederhana dari Kemenkumham pada tahun 2018 lalu. Itulah yang kami usulkan ke Kemenristekdikti, dan yang kami usulkan di situ adalah daging ayam.
"Karena dari hasil riset kami, dengan menggunakan daun tahongai
sebagai aditif pakan unggas dapat menurunkan kolesterol dan rendah lemak," ujarnya.
Dirinya berharap kepada para dosen STT Migas Balikpapan walaupun belum membuka proposal ada baiknya membuat terlebih dahulu. Masalah pengabdian ada baiknya juga ke masyarakat terlebih dahulu. Apa sih yang menjadi masalah masyarakat. Sehingga mereka dapat membentuk kelompok tim yang kemudian dapat memaparkan dengan berbagai kompetensi.
"Karena permasalahan masalah di masyarakat itu komplek. Tidak bisa diselesaikan 1 masalah saja. Dan jangan ketika hendak membuka riset barulah kita membuat proposal. Untuk itu persiapkanlah dari sekarang," pungkasnya. (ami)

List Komentar