Nashara Ulfah Raih IPK Tertinggi dalam Sidang Senat XVI STT Migas

Senin, 14 Oktober 2019

BALIKPAPAN - Haru dan bahagia dirasakan Nashara Ulfah ST ketika memeluk ibundanya. Mahasiswi jurusan S-1
Teknik Perminyakan Sekolah Tinggi Teknologi Minyak dan Gas Bumi (STT Migas) Balikpapan itu memperoleh Indeks
Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi 3,89 sekaligus meraih predikat cum laude.
Nashara Ulfah merupakan satu dari 356 mahasiswa dan mahasiswi yang mengikuti upacara wisuda Sarjana Sidang
Senat Terbuka, Wisuda XVI Sarjana dan Ahli Madya 2019 STT Migas yang dihelat di Auditorium STT Migas, sabtu (12/10).
Dari 356 mahasiswa-mahasiswi yang di wisuda oleh STT MIgas terdapat 221 wisudawan S-1 tenkik perminyakan, 91 lulusan D3
Teknik Instrumentasi Elektronika Migas, serta 44 mahasiswa D3 Teknik Pengolahan Migas.
Dalam sambutannya, Wali Kota Balikpapan HM Rizal Effendi mengatakan, tentu ini akan menjadi sebuah kebanggaan
tersendiri. Selama 16 tahun berdirinya STT Migas sudah menelurkan dua ribu lebih sarjana. Tentu diharapkan,
wisuda kali ini dapat memperkaya Sumber Daya Manusia (SDM) di Balikpapan. Seperti diketahui bersama, kata Rizal, di
Balikpapan tengah dilakukan perluasan kilang Pertamina RDMP RU - V Balikpapan. Di mana Pertamina akan membutuhkan hampir
20 ribu SDM pada masa puncak pembangunannya.
"Kita semua berharap, agar peluang kerja yang ada di RDMP tersebut tidak semuanya diisi oleh saudara-saudara kita dari
luar daerah. Saya berharap, SDM tersebut banyak diisi oleh lulusan dari STT MIgas BAlikpapan,"kata Rizal
Di zaman sekarang, tambahnya, tentu menjadi tuan rumah di kota sendiri tidak bisa dengan kata "pelicin" atau titipan,
karena kita merasa orang setempat.
"Yang bisa menjadikan kita tuan rumah di RDMP adalah kemampuan atau skill kita dapat melebihi dari orang lain. Bahkan
kalau kita mau, kemampuan kompetensi kita bisa menjadikan kita sebagai tuan rumah di negeri lain," katanya
Selain itu, kata Rizal, kita harus siap menyambut penetapan Kaltim sebagai ibu kota negara (IKN). Jangan sampai nanti
sebagai kota penyangga IKN ketika selesai dibangun, warga Balikpapan hanya menjadi penonton. Jangan sampai akan seperti itu,
ketika IKN sudah bagus, smartcity dan metropolis, malah Balikpapan yang Tertinggal.
"Mari kita sama-sama mempersiapkan diri sebelum IKN dibangun. Karena STT Migas posisinya sangat berbatasan dengan wilayah
IKN yang baru. Sangat lah tidak menarik juka universitas kita yang berdampingan denga IKN malah tertinggal, dan SDM kita
tidak ada yang masuk dalam pengelolaan ibu kota," ujarnya.
(ami/ms/k18)

List Komentar