Eva Pebriani, Raih Beasiswa ke Negeri Pizza

Rabu, 26 Juni 2019

PROKAL.CO, Mengaku setengah iseng ketikarnmengikuti seleksi penerimaan beasiswa ke luar negeri oleh salah satu perusahaanrnKontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di Kaltim. Eva Febriani justrurnmenyingkirkan 11 kandidat peraih beasiswa S-2 lainnya, Maret lalu.ERIK ALFIANSenyumrndara kelahiran Makassar 23 tahun silam ini terus mengembang ketika Kaltim Postrnmelakukan wawancara di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, sejamrnsebelum Eva bertolak menuju Jakarta, Minggu (9/7) pagi. Lantas melanjutkanrnperjalanan menuju Milan, Senin dini hari.Usairnberkenalan, alumnus Teknik Perminyakan STT Migas Balikpapan angkatan 2012 inirnlantas mulai bercerita. Awal mula mengikuti seleksi penerimaan beasiswa darirnENI Indonesia sampai akhirnya lolos dan menyingkirkan kandidat yang lain.Sayarndapat informasi dari kampus (STT Migas, Red) Maret kemarin,rnterangnya.Usairnmendapat informasi dari kampus, gadis berkumis tipis ini lantas menyiapkanrnsegala berkas yang diperlukan untuk proses seleksi. Mulai kartu identitas, ijazahrnperguruan tinggi, transkrip, pas foto serta berkas penunjang lainnya minggu kerndua bulan Maret.STTrnMigas, kata Eva ternyata tak sembarangan memberikan informasi kepada mahasiswarnterkait penerimaan beasiswa ini. Hanya 10 besar alumni dengan IPK tertinggirnsaja yang punya peluang ikut seleksi. Eva menambahkan, untuk proses seleksi,rndia mesti bersaing dengan 9 alumni STT Migas dengan IPK berada di atas dirinya.rnDari 9 orang itu, IPK saya yang paling rendah 3,51, kata dia.Namun,rnsewaktu memasuki tahap interview akhir, Eva yang selama kuliah aktif dirnorganisasi Society of Petroleum Engineering (SPE) ini mampu menerangkan danrnmenjawab semua pertanyaan dari tim seleksi. Sehingga ketika saat tibarnpengumaman, namanyalah yang kemudian muncul menjadi penerima beasiswa MastersrnDegree in Energy and Enviromental Management and Economics (MEDEA) 2017/2018 dirnEni Corporate University di Milan, Italia.Kaget,rntidak menduga. Karena selain juga agak iseng, IPK saya kan jugarnyang paling rendah. Tapi alhamdulillah bisarnlolos, katanya sambil terus mengumbar senyum bahagia.Disinggungrnsoal persiapan, pehobi olahraga lari ini mengaku tidak ada persiapan spesialrnuntuk keberangkatan ke negaranya Valentino Rossi tersebut. Paling hanya urusrnvisa saja, ujar dia.Untukrnbahasa Italia, Eva mengaku juga belum ada persiapan berarti. Hanya beberaparnkata-kata sehari-hari saja yang sejauh ini sudah dia hafal. Jadi memang duarnbulan awal nanti ada persiapan khusus untuk bahasa Italia di sana, terangnya.Disinggungrnhal apa yang bakal dirindukan di Balikpapan, puteri dari pasangan M Royeng danrnRosneini mengaku rendang jadi makanan yang paling dirindukan, selain keluargarndan teman.Soalrnrencana sekembali dari Italia, perempuan berkerudung ini mengaku punyarnkeinginan untuk mengajar di STT Migas Balikpapan. Jika ENI meminta saya untukrnmenjadi karyawan tidak boleh menolak, tapi saya juga punya keinginan untukrnmengajar di STT Migas Balikpapan, ungkapnya. (rsh/k18)

List Komentar