• By Admin

STT Migas Temukan Bahan Bakar Terbarukan

PROKAL.CO, BALIKPAPAN    Senin (5/12) kemarin  bertempat di Auditorium STT-Migas, secara resmi mengumandangkan hasil temuan mereka kepada khalayak ramai.  Ya, Tim penelitian program studi (prodi) Teknik Pengolahan Migas (TPM) STT-Migas Balikpapan berhasil menemukan energi terbarukan, BBM alternatif motor gas (mogas) RON 91 dan mogas dari limbah plastik. Bertempat di auditorium STT-Migas, Kemarin (5/12), penemuan ini resmi di-launching sekaligus didaftarkan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI).

Di hadapan ratusan mahasiwa yang hadir, acara tersebut sekaligus menguji coba Mogas Ron 91 dan mogas limbah plastik. Secara khusus, Kaltim Post berkesempatan mewawancarai koordinator tim penelitian Prodi TPM Siswandi. Pria berusia 20  tahun itu menjelaskan pembuatan mogas Ron 91 dan mogas limbah plastik.
"Mogas Alternatif adalah bahan bakar yang hampir menyerupai premium. Mogas Alternatif memiliki Research Octane Number atau yang disingkat RON, senilai 88. Namun, yang membedakannya dengan premium, bahan baku pembuatan Mogas Alternatif adalah plastik keras. Sementara premium, asli dari minyak bumi,"katanya.

 Cara membuat Mogas Alternatif, plastik keras harus diubah menjadi cair. Caranya, plastik dibakar di dalam kolom destilasi agar plastik berubah menjadi uap. Kemudian, uap akan masuk ke dalam kondensor. Di dalam kondensor, plastik yang tadinya keras, berubah menjadi air. Atau yang kami sebut, cairan limbah pelastik, terangnya.

Setelah itu, cairan limbah pelastik tersebut, di-blending (campur) dengan kondensat nattural gas (limbah hasil pengngeboran minyak bumi dan Mogas B  (premium). Setelah di-blending, barulah didapatkan Mogas Alternatif. 

 Tiga kilo plastik, bisa menghasilkan satu liter Mogas Alternatif, jelasnya.

Dia mengaku, Mogas Alternatif telah dilakukan uji coba. Baik uji coba laboratorium maupun uji coba lapangan. 

 Kami lakukan uji coba Mogas Alternatif ke mesin pemotong rumput dan mesin chainsaw. Hasilnya, sangat bagus. Untuk 100 mili liter Mogas Alternatif, mampu bertahan hingga 10 menit. Selain itu, suara mesin juga lebih halus, ujar Siswandi.

Sementara Mogas RON 91, didapat dari hasil blending antara Mogas A dan Mogas B. 

 Apa itu Mogas A dan Mogas B? Kami belum bisa membeberkan lebih dalam. Karena belum ada hak patennya. Karena takut adanya penjiplakan hak karya, ungkap.

Usai dia memamparkan pembuatan Mogas Ron 91 dan Mogas Alternatif, dia mengajak untuk melihat langsung uji coba RON 91. Uji coba tersebut dilakukan oleh komunitas Motor Ninja Balikpapan.

 Dengan menggunakan sebuah motor trail dan motor matic, uji coba RON 91 dilakukan selama sekira 10 menit, di lingkungan Auditorium STT-Migas. Hasilnya, mesin motor mampu menyala dengan mulus. Selain itu, suara motor terdengar lebih baik dengan tarikan yang stabil. (Bp-24/san).

Artikel Lainnya

Kerjasama